Pages

Saturday, September 17, 2016

KITAB PEMBUKA KUNCI RAHSIA ILMU MA'RIFAT

Tahapan manusia/tingkatan manusia  ..dari yang paling rendah menuju insan kamil/peribadi yang sempurna untuk mencapai kehidupan sempurna.

1.Nafsu amarah

Nafsu amarah adalah tingkatan terendah peribadi manusia..selayaknya haiwan ia tidak tau baik buruk semua yang di kerjakan tanpa rasa bersalah ...tanpa penyesalan ...sehingga sering di ketegori ini ia seperti haiwan bahkan ada yang lebih buruk di banding haiwan.

2. Nafsu Lawamah

Nafsu lawamah/jiwa yang menyesal/jiwa yang tertipu ...ialah kategori manusia yang sudah tau baik buruk tapi masih juga melakukan keburukan meskipun akhirnya menyesal. Tentu ini lebih baik dari yang pertama.

3. Nafsu Malhamah

Nafsu malhamah ialah kategori manusia yang sudah berada di tahap taqwa ...secara sya'ri...ia sudah melakukan segala kebaikan dan menjauhi segala keburukan ....namun jiwanya belum tenang/menyesal...kerana mereka masih belum percaya dengan jaminan allah/belum mau pasrah, masih mengandaikan ikthiarnya...sehingga sering ia mengeluh ....apakah masih kurang usahaku...mungkin usahaku kurang sungguh2...padahal semua sudah kukerjakan ...aku sudah solat...aku sudah taat tp mengapa aku masih begini ya allah/..dan sebagainya. Tentu digolongan ke 3 ini sudah merupakan orang yang pilihan..taqwa..patuh...secara sya'ri..tp jiwanya masih mengeluh...

Seterusnya...memang ini proses dari yang paling rendah menuju yang paling mulia...jadi yang merasa pintar
dan sudah ma'rifat tidak perlu ini buat belajar..untuk meraih cinta allah sehingga dapat mencapai peningkatan diri...ditahap ke 3 inilah tingkatan orang2 yang taqwa ..merasa sempurna...tapi ternyata ia belum dapat tenang/jiwanya gelisah..hatinya resah...meskipun merasa sudah di lakukan semua yang ada dalam aturan tapi ia belum juga berhasil menjauhkan jiwanya menuju ketenangan.

Sebagai contoh, seorang tokoh masyarakat yang di hormati hafal Qur'an dan hadis ...tp masih terbatas syar'i...belum tau makna yang terkandung di dalam setiap permasaalahan yang ia hadapi sehingga selalu mengeluh ...ia diam tp hatinya memberontak...diam tapi hatinya marah...ia mengira itulah sabar itulah tabah...sesungguhnya yang disebut sabar bukanlah diam dan bukanlah mengeluh/menjerit tapi sabar adalah menjalani kesulitan dengan senyuman/senang hati.

Begitupun yang di sebut tabah bukanlah diam tapi hatinya mencela dan memberontak...bukan diam tapi hati menjerit dan memaki ...tabah adalah menjalani segala musibah dengan senyuman/senang hati.
mengapa di tahap ini jiwanya belum dapat ketenangan ...kerana ia belum percaya dengan jaminan allah...ia belum yakin dengan jaminan allah terhadap orang yang pasrah....ia belum bisa pasrah...ia belum bisa pasrah...ia dengan menggunakan dalil allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum itu kecuali kaum itu sendiri...mengira dalil ini adalah dalil untuk memerintahkan manusia mencari rezeki...yang sesungguhnya tidak demikian..
Allah menjamin orang yag mau pasrah kepadanya...dalam surat ibrahim ayat 3..."Barang siapa berserah diri kepadaku niscaya kupenuhi seluruh kebutuhannya dari arah yang tidak di sangka2...janji allah/jaminan allah pastilah benar adanya...
Rezeki, jodoh ajal maut...apapun yang terjadi kepadamu sesungguhnya telah allah tuliskan/tetapkan dalam lahful mahfud sebelum kelahiranmu...tidak akan menambah ketaatan seseorang akan rezekinya..juga tidak akan mengurangi rezeki seseorang akan kedurhakaannya..al hadis.
Hari ini engaku makan apa di mana dengan siapa juga bertemu dengan siapa...bicara apa ..adalah sesuatu yang sudah tertulis dalam lahful mahfud.
 Ia percaya ..bahawa allah kuasa atas segala sesuatu...tp ia tidak percaya kalau allah akan mendatangkan rezekinya langsung turun dari langit..dengan berdalih memang rezeki dari allah tapi mana mungkin rezeki turun dari langit...ayampun harus mengorek2 tanah dulu untuk dapat makan..katanya..dengan seribu alasan ia tidak yakin akan jaminan allah ini.
Yakin akan jaminan allah inilah yang disebut iman/percaya dengan jaminan allah inilah juga iman..meskipun begitu jika di katakan ia tidak beriman astilah ia marah2...balik cerita mengkafirkan atau menyesatkan orang yang memberikan peringatan kepadanya/mengingatkannya..

Selanjutnya...bagi orang yang telah yakin dengan jaminan allah ini maka akan merasa tenteram dalam jaminan allah maka ialah pemilik iman...kerana itulah syarat iman adalah pasrah..meskipun mengaku iman jika tidak pasrah...maka itu hanya mengaku sahaja/bohong/kosong...di sebut sebagai orang munafik...lain di mulut lain di hati..mulutnya bekata iman tapi hatinya tidak tenteram/khuatir was2..sedih dan lain-lain.

Maka dari itu tentu sahaja setelah mengalami perjuangan tuk melawan gejolak jiwanya orang yang dapat mencapai titik yakin terhadap apa yang di imaninya..setelah melebur ego setalah mengalahkan bahkan mematikan nafsunya..ia baru dapat menang melawan gejolak jiwanya..maka masuklah ia ketahab berikutnya...

4.Nafsu Mutmaimanah/jiwa yang tenang

Nafsu mutmaimanah ini hanya dapat di masuki oleh orang yang dapat mengalahkan segala gejolak jiwanya...mematikan nafsunya maka di sebut sebagai alam barzah...mati sebelumnya mati/meninggal...mati dalam hidup...seperti yang di huraikan sebelumnya bahawa syarat iman adalah pasrah..islam adalah pasrah muslim hakekatnya hanyalah orang2 yang beserah diri kepada allah /pasrah kepada allah ..meskipun bersahadad jika tidak pasrah maka ia bukan muslim.Hanya mengaku sahaja, maka samalah ertinya munafik.
Pesan oleh Sheih abdul khodir jailani ...iman tanpa pasrah adalah bohong/kosong..kerana itu iman manusia bersaf2,bertingka2..ada yang percaya tap tidak yakin ..ada yang yakin seyakin-yakinnya ..sehingga ainul yakin dan haqul yakin.

Untuk mencapai titik ainul yakin dan haqul yakin tentulah kita memerlukan pembuktian diri...setelah mengalami sendiri..dan di uji berkali2 maka orang itu barulah dapat yakin denga ainul yakin haqul yakin..benar2 mendarah daging dalam dirinya.

Dalam hidupnya ..apapun yang ia terima menyadari sebagai pelaksana kehendak tuhan sahaja..ia relakan dan yakini pastikan dalam kebaikan tuhannya..meskipun nampak sebagai musibah ataupun masaalah ia berusaha mensyukurinya ..alhamdulillah..meskipun trkadang air mata tidak bisa di bendung tetapi berusaha kasih senyum di dalam hati ya sebagai sembahyangnya pada sang maha berkehendak...maka masuklah ia ke tahap berikutnya...

Alam Melakut/Alam Malaikat

Dengan mensifati dirinya dengan sifat2 malaikat..masuk ketahap seterusnya..

5. Nafsu Rodiah/Jiwa yang rido

Sebagai hasil setiap permasaalahan dan musibah yang di alami ..dengan selalu baik sangka allah tumbuhkan hikmah kedalam hatinya..maka semakin cemerlanglah jiwanya...hingga tembus ke alam malaikat/melakut...mesyukuri apapun yang allah kehendakkan kepadanya...jangankan sesuatu yang ia suka/anugerah sesuatu yang ia tidak suka bahkan sangat tidak sukai/masaalah juga musibah ia terima dengan senyuman...contoh..dalam kehidupan sehari2 yang paling sederhana ketika ia tiba2 di tampar oang...ia tidak membalasnya..tp malah ia minta maaf pada yang menamparnya..kerana allah...ia menyadari betul kalimat lailaha ilallah...tidak ada tuhan melainkan allah, tidak akan terjadi akan sesuatu melainkan kehendak allah juga yang menggerakkannya.

Meyakini bahawa allah adalah satu2nya penggerak dalam setiap gerak dalam hidup ini juga di manapun apapun bilapun..kerena itulah allah di sebut tuhan.
 maka ia terima tamparan itu sebagai tamparan allah....hanya sahaja melalui tidakkan orang itu sebagainya....maka ia minta maaf pada yang menamparnya...setelah ia sholat/mengontrol hati/melihat hati...sebagai sujudnya dan berikan senyum sebagai sebahyangnya..dengan ucapan astagfirulloh hal adim...he...he..he...jika allah tidak mengendaki apapun yang terjadi pastilah tamparan itu tidak sampai kepadanya...maka itu adalah kehendak allah....tentu ada yang salah..maka segera minta maaf pada yang menamparnya..seandainya ia tidak salah sama sekali seperti nabi muhammad ketika di hunus pedang kepadanya ia tidak membalas malah mendoakannya..maka allah akan memuliakannya...

Jesteru itulah yang mengangkat derajadnya..menuju peribadi yang semakin sempurna..meraih reda allah..kerana selalu reda terhadap apapun yang allah kehendakkan kepadanya.

Allah reda jika kita reda...manusia hanya dapat masuk syurga kerena reda allah..bukan kerana ibadahnya...sedangkan reda adalah senyuman hatimu kala menerima musibah juga masaalah2..dan hakekat sembah adalah senyuman hatimu/rasa syukurmu/rasa persetujuanmu pada apapun yang allah kehendakkan kepadamu...maka masuklah ia ketahap berikutnya Smamin  Menuu kesempurnaan diri...kelangit yang lebih atas lagi tahap seterusnya...

6. Nafsu mardiah...jiwa yang reda allah...

Karena ia redo maka allah pun reda ..maka di turunkan malaikat 7 penjuru untuk melayani jiwa yang di redai allah ini...alhamdulillah ..di penihi segala kebutuhannya dari berbagai arah yang tidak ia sangka2 seperti jaminan allah dalam surat ibrahim ayat 3..tadi..hatinya semakin berbunga dan syukur...hatinya semakin cinta kepada tuhannya...setiap apapun yang datang kepadanya tidak peduli anugerah atau musibah jadi hikmah yang membawa berkah...sedih bahagia adalah sama..suka duka adalah sama...suka duka dalam hidup ini tidak membutakannya sehingga tidak membedakannya..seperti matahari dalam pemberian ...dan seperti samudera dalam penerimaan ..alhamdulillah...
Maka semakin hari semakin besar cintanya kepada tuhannya yang melimpahkan rahmat baginya...ia semakin tenggelam dalam rasa cinta yang luar biasa...sehingga tidak bisa lupa dari tuhan nya selalu mengingat dan menyebut nama tuhannya dalam jiwanya dalam semua perbuatannya bahkan juga saat tidurnya ..selalu terjaga dengan cinta dan zikirnya..

Ketika hatinya di penuhi rasa cinta....maka sang maha cinta/ allah tuhannya ..menyapanya langsung tanpa perantara...menemuinya ..memperkenakan diri kepadanya...berkatalah tuhan kepadanya...aAKU ADALAH ALLAH..sehingga..ia mengenal tuhannya..mengenal seapa dirinya..sebagai seorang yang tau diri bahawa ia hanyalah pelaksana kehendak allah sahaja...menyadari bhawa ia hanyalah adunan seumpama kuih dicetak yang di cetak sesuai dengan cetakkannya...membuatnya terkejut,takut,terkesima...gementar dan menggigil...

Menerima sesuatu yang tidak pernah terfikirkan olehnya...dengan sejuta tanya dalam jiwanya...merenungi apa yang terjadi..dan kemudian ia mengingat qur'an dan hadis yang mengabarkan apa yang di alaminya...
Kemudian ia menjadi sedar bahawa itulah kebenaran...maka masuklah ia ke tahap seterusnya..

7. Nafsu Kamilah sebagai insan kamil/Peribadi yang sempurna

Maka masuklah ia ke alam Tauhid alam ketuhanan...alam kesesaan/alam tunggal...alhamdulillah...
Tentu sahaja syarat mutlah untuk memasukinya adalah tauhid sempurna...hanya yang benar2bertauhid yang dapat memasukinya...kerana masuk dalam istana kesucian maka hanya yang benar2 suci yang bisa memasukinya...dengan rasa cinta ..dengan penuh cinta...menyatu dalam rasa..bagai bunga dan wanginya...bagai madu dan manisnya...tidak terpisah..meskipun manis bukanlah madu..dan wangi bukan lah bunga..2 yang berbeda tapi tidak terpisah...alhamdulillah...

Berbahagialah ia ..di lihatnya namanya tertulis di langit...sebagai tanda..pengumuman dari allah..inilah hambaku yang tlah ku Merdekakan/Maksum penuh rasa syukur dan sujud...iapun rasa syukur dan sujud..ia pun melihat namanya tertulis di lahful amhfud...diantara nama tuhannya..dengan sifat yang tuhan anuerahkan kepadannya...maka diberitahukan kepadanya segala apa yang selama ini menjadi rahsia..dan benar jika di katakan jika engkau mengenal tuhanmu maka akan engkau kenal pula selainmu/seluruhnya..

hanya yang mengenal dirinya yang tau tuhannya..dan hanya hati yang di penuhi dasa cinta yang bisa melihat tuhannya...dan perlu digaris untuk di bawa ..begitu juga... memasuki alam tauhid maka sesunguhnya yang melihat dan yang dilihat adalah satu juga...dan ianya allah adalah zat yang suka memuji diri sendiri.
Ia mulai tau bahawa ..tuhannya memang tidak jauh dari dirinya sendiri..dan ia jadi mengerti kenapa orang2 menyebut sang maha tunggal/ahad/allah sebagai sang DIRI sang AKU.

Kemudian ia mulai membaca Qur'an ...setelah ia mendapatkan Qur'an..tentunya yang di baca adalah al Furqon...dalam ayat tauhid.Allahu lailaha illahuwa..dan seterusnya...yang makna sesungguhnya maka allah di sebut sang kebenaran /al haq....

Ia jadi mengerti ternyata semua agama adalah sama..semua agama adalah benar datangnya dari tuhan yang sama yang di sembah juga sama hanya penyebutannya sahaja yang berbeza ..pengaruh dari bahasa yang berbeza...alhamdulillah..






 
 






No comments:

Post a Comment